Pelatih Roma Merasa Kualat Komentari Juventus
Rudi Garcia (foto: AFP)
ROMA – Sempat merasa percaya diri karena yakin bisa mematahkan dominasi Juventus,
allenatore AS Roma, Rudi Garcia menarik ucapannya. Bahkan Garcia sempat
bergurau kalau dia sedang dihukum Tuhan, karena ocehannya tersebut.
Pertama kali menginjakkan kakinya di Stadion Olimpico pada 2013, Garcia langsung memasang target untuk bisa menaklukkan dominasi Juve. Apalagi si Nyonya Tua telah meraih Scudetto dalam tiga musim beruntun.
Namun, kini Roma yang ditukanginya hanya bisa menatap selebrasi pasukan Juve yang saat itu ditukangi Antonio Conte. Dan pada musim 2014-2015 dengan selisih sembilan poin, Garcia tak berani muluk-muluk untuk bisa menyodok posisi Nyonya Tua yang saat ini begitu tenang sebagai Capolista.
“Saya telah menderita hukuman Tuhan karena mengatakan kami bisa memenangi liga. Itu bukan pesan bodoh atau pikiran yang sakit, justru itu adalah ucapan untuk mengakhiri pesimisme yang dikelilingi klub ini terlalu lama,” ucap Garcia, seperti dilansir Goal, Selasa (2/3/2015).
“Kami perlu ambisi dan motivasi dan itulah apa yang saya coba suntikkan ke mereka. Kami tidak akan berhenti di musim ini dan ingin menantang selama bertahun-tahun yang akan datang. Hal ini tidak akan selesai hanya dalam beberapa hari,” terangnya.
Kendati demikian, nada optimis tetap ada dalam diri Garcia ketika Roma menjamu Juve pada Selasa 3 Maret 2015 dini hari WIB. Kemenangan tentu menjadi harga mati, jika ingin mengganggu Juve di singgasana Capolista.
"Kami tidak beruntung musim ini dengan cedera tapi kami juga membuat kesalahan dan tidak ada yang sempurna. Takdir Roma adalah untuk menang, untuk menantang Scudetto dan kami berharap suatu hari di Eropa, juga,” tegas pelatih asal Prancis ini.
Pertama kali menginjakkan kakinya di Stadion Olimpico pada 2013, Garcia langsung memasang target untuk bisa menaklukkan dominasi Juve. Apalagi si Nyonya Tua telah meraih Scudetto dalam tiga musim beruntun.
Namun, kini Roma yang ditukanginya hanya bisa menatap selebrasi pasukan Juve yang saat itu ditukangi Antonio Conte. Dan pada musim 2014-2015 dengan selisih sembilan poin, Garcia tak berani muluk-muluk untuk bisa menyodok posisi Nyonya Tua yang saat ini begitu tenang sebagai Capolista.
“Saya telah menderita hukuman Tuhan karena mengatakan kami bisa memenangi liga. Itu bukan pesan bodoh atau pikiran yang sakit, justru itu adalah ucapan untuk mengakhiri pesimisme yang dikelilingi klub ini terlalu lama,” ucap Garcia, seperti dilansir Goal, Selasa (2/3/2015).
“Kami perlu ambisi dan motivasi dan itulah apa yang saya coba suntikkan ke mereka. Kami tidak akan berhenti di musim ini dan ingin menantang selama bertahun-tahun yang akan datang. Hal ini tidak akan selesai hanya dalam beberapa hari,” terangnya.
Kendati demikian, nada optimis tetap ada dalam diri Garcia ketika Roma menjamu Juve pada Selasa 3 Maret 2015 dini hari WIB. Kemenangan tentu menjadi harga mati, jika ingin mengganggu Juve di singgasana Capolista.
"Kami tidak beruntung musim ini dengan cedera tapi kami juga membuat kesalahan dan tidak ada yang sempurna. Takdir Roma adalah untuk menang, untuk menantang Scudetto dan kami berharap suatu hari di Eropa, juga,” tegas pelatih asal Prancis ini.





0 komentar:
Posting Komentar